<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>LastLesson</title>
	<atom:link href="http://lastlesson.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lastlesson.wordpress.com</link>
	<description>karangan fiksi, random.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Jan 2011 15:57:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lastlesson.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>LastLesson</title>
		<link>http://lastlesson.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lastlesson.wordpress.com/osd.xml" title="LastLesson" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lastlesson.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Random ajaaaaaa</title>
		<link>http://lastlesson.wordpress.com/2010/11/04/random-ajaaaaaa/</link>
		<comments>http://lastlesson.wordpress.com/2010/11/04/random-ajaaaaaa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 22:33:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Holy Cross</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lastlesson.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Anak laki-laki itu tidak bisa berpikir dengan jernih, seolah ada sebentuk awan membayang di kepalanya, mencegahnya untuk bergerak bebas tanpa harus menghantam ego yang bergeletakan disana-sini. Delapan belas tahun umurnya, dengan postur tubuh yang proporsional dengan dua digit angka tersebut, dengan pikiran yang masih sarat akan emosi dan gejolak darah muda yang makin kental tiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lastlesson.wordpress.com&amp;blog=2335168&amp;post=25&amp;subd=lastlesson&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Anak laki-laki itu tidak bisa berpikir dengan jernih, seolah ada sebentuk awan membayang di kepalanya, mencegahnya untuk bergerak bebas tanpa harus menghantam ego yang bergeletakan disana-sini. Delapan belas tahun umurnya, dengan postur tubuh yang proporsional dengan dua digit angka tersebut, dengan pikiran yang masih sarat akan emosi dan gejolak darah muda yang makin kental tiap harinya. Bahkan tanpa gumpalan awan yang terus membayang disitu, memang susah baginya untuk berpikir atau bertindak tanpa terpengaruh ego yang terus saja bergejolak. Dia mencoba tenang, sudah, tapi tak gampang. Darah lebih kental daripada air, memang. Dan darahnya yang masih belum matang itu menghalanginya untuk tetap tenang tanpa kalap oleh ego yang mendesak untuk dimenangkan, duh&#8230;</p>
<p align="justify">Dia mencintai gadis yang kini tengah menyandarkan kepalanya di lipatan tangannya. Ya, mereka berdua tengah berbaring di rerumputan yang masih basah oleh sisa embun pagi itu, berhadapan. Sang lelaki berbaring berbantalkan telapak tangannya sendiri, berhadapan dengan gadis yang menempati lipatan tangannya. Usia gadis itu tak jauh beda dengannya, mungkin hanya dalam hitungan bulan saja, menjadikan gadis itu sebagai sosok remaja yang sama, yang juga memiliki bermacam ego yang menuntut untuk dimenangkan juga. Dan disitulah mereka berbaring dalam diam, tak sanggup berkata apapun kecuali ego yang saling bertabrakan dan memancing friksi-friksi kecil di antara keduanya.</p>
<p align="justify">Pasangan remaja labil, mereka bilang&#8230;</p>
<p align="justify">Kisah di antara mereka mungkin baru terajut dalam setahun terakhir. Tapi keduanya sudah hidup jauh lebih lama daripada itu. Terbiasa untuk memenangkan ego masing-masing selama belasan tahun sebelumnya, membuat anak laki-laki serta gadisnya itu sejenak lupa bahwa mereka&#8230; telah menjadi <em>mereka</em>&#8230; <em>kita</em>&#8230; dan bahwa bentuk jamak itu berarti mereka harus melupakan ego masing-masing dan mulai memikirkan tentang <em>kebahagiaan bersama</em>. Tapi sekali lagi, mereka hanyalah remaja labil, masing-masing dengan keinginannya sendiri, masing-masing berharap pasangan mereka mengerti tentang itu, masing-masing menuntut untuk tidak dituntut, bahwa mereka ingin melakukan apa yang mereka inginkan&#8230; dan masing-masing merasa tersakiti ketika keinginan-keinginan itu justru memancing pertengkaran yang membuat mereka menjadi sebentuk egonya masing-masing&#8230;</p>
<p align="justify">&#8230; tanpa ada lagi <em>mereka</em>, tanpa ada lagi <em>kita</em> di antara keduanya.</p>
<p align="justify">Sang gadis ingin menggapai keinginannya yang tercetus sejak sebelum mereka bersama, pergi ke luar negri demi mencapai hal tersebut. Setelah mereka lulus sekolah, katanya&#8230; dan itu berarti hanya tinggal beberapa bulan saja. Di sisi lain, lelakinya sudah mempersiapkan rumah untuk mereka tinggali berdua selulusnya mereka dari sekolah ini, hidup mandiri hanya berdua. Ingin selalu bersama selamanya, katanya. Dua keinginan itu, ego yang tidak mungkin tercapai bila salah satu di antaranya tidak mau mengalah. Menjalankan keduanya? Ya, bisa saja mereka lakukan, tapi friksi itu akan memaksa mereka untuk berhenti mencintai, karena cinta bukanlah ego yang saling bertabrakan, tapi sesuatu yang lebih daripada itu.</p>
<p align="justify">&#8230; dan mereka diam, untuk waktu yang lama. Sang lelaki bisa melihat, betapa gadisnya itu sangat mencintainya, betapa pucuk hidung dihadapannya itu mulai memerah, betapa ekor kedua mata itu mulai berair. Dia merasa tersakiti melihat pemandangan itu. Selalu berusaha untuk membahagiakan sang gadis, ingat betul anak laki-laki itu berjanji kala meminta hati sang gadis untuknya. Tapi gadis itu justru tersakiti karena kebersamaan mereka, dan itu meyakitkan si lelaki&#8230; terlepas bahwa rasa sakit yang mereka rasakan merupakan bukti tak terbantahkan bahwa keduanya benar-benar saling menyayangi sepenuh hatinya masing-masing. Gadis itu pasti tidak akan merasa tersakiti ketika harus memilih antara studinya dengan laki-laki yang dicintainya. Pun demikian, anak laki-laki itu juga tak akan sesakit ini bila yang dihadapinya bukanlan gadis yang dicintainya.</p>
<p align="justify">Tapi cinta itu seharusnya tidak saling menyakiti, kan?</p>
<p align="justify">Anak laki-laki itu mendesah, matanya terpejam sesaat seiring desahannya yang nyata menunjukkan betapa berat dilema yang mereka hadapi, dan itu semua karena mereka saling menyayangi. Satu gerakan tangan dari gadisnya membuat anak laki-laki itu membuka matanya—gadisnya itu memaksakan sang lelaki untuk menatapnya, dengan sebuah gerakan lembut penuh arti ketika tangan halus itu menahan pipinya agar matanya bisa menatap jelas rasa kasih yang terpancar dari elok paras gadisnya itu. Detik berikutnya, anak lelaki itu hanya bisa terbelalak ketika sentuhan kedua berhasil dilandaskan&#8230; bibir gadisnya di bibirnya sendiri.</p>
<p align="justify">Ciuman itu tidak dilapisi dengan hasrat yang kentara. Tanpa variasi&#8230; tanpa&#8230; apapun. Tapi anak laki-laki itu bisa mengerti kedalaman rasa ketika dua kulit tebal itu menempel—Ya, sekedar menempel. Detik itu, sang lelaki mengerti. Segalanya. Tentang rasa sayang yang dimiliki gadisnya kepadanya, lah; tentang ego-ego mereka yang terus berputar dan bertabrakan, lah; tentang apa yang membuatnya begitu menyayangi gadisnya itu, lah; dan terutama&#8230; tentang apa yang harus dipilihnya untuk menjaga agar rasa sayang itu tetap bertahta di tempatnya yang seharusnya. Ya, ciuman tanpa hasrat yang menggebu itu justru memberikan banyak arti&#8230; baginya&#8230; bagi gadisnya&#8230; bagi mereka berdua.</p>
<p align="justify">&#8220;Kay,&#8221; ucapnya lirih kala bibir mereka berhenti bertautan. Anak laki-laki itu memandang lembut paras mempesona di hadapannya, bibirnya menyunggingkan senyum. &#8220;Kau seperti seorang malaikat, kau tahu. Seorang malaikat tanpa sayap. Aku tidak tahu&#8230; apakah Tuhan sengaja tidak memberimu sayap, agar kau tetap berada di sisiku selamanya?  Apakah mungkin&#8230; Dia sengaja menyembunyikan sayapmu&#8230; karena Dia tahu aku akan mati jika kau tak ada di sisiku? Ataukah Dia hanya sekedar bermain-main, memberikan sayapmu padaku untuk kuberikan sendiri&#8230; dan membuatmu utuh sebagai seorang malaikat? Akankah kau kembali jika kukembalikan sayapmu&#8230; Kay? Kau pasti kembali&#8230; kan?&#8221;</p>
<p align="justify">Pun bila kau kembali sebagai malaikat maut yang mencabut nyawaku&#8230; rasanya tak mengapa. Karena memang begitulah cinta, kan?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lastlesson.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lastlesson.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lastlesson.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lastlesson.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lastlesson.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lastlesson.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lastlesson.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lastlesson.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lastlesson.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lastlesson.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lastlesson.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lastlesson.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lastlesson.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lastlesson.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lastlesson.wordpress.com&amp;blog=2335168&amp;post=25&amp;subd=lastlesson&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lastlesson.wordpress.com/2010/11/04/random-ajaaaaaa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a08d425a795c01fb783afcbad3c7214?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Holy Cross</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ini tentang kamu, dan juga mimpiku&#8230;</title>
		<link>http://lastlesson.wordpress.com/2010/01/17/ini-tentang-kamu-dan-juga-mimpiku/</link>
		<comments>http://lastlesson.wordpress.com/2010/01/17/ini-tentang-kamu-dan-juga-mimpiku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 18:44:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Holy Cross</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lastlesson.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Kamu tahu tidak? Semalam, aku memimpikanmu&#8230; lagi. Iya, kamu. Aneh kan? Setelah malam-malam panjang yang berlalu tanpa ada sedikit pun bayangmu&#8230; kini kau muncul lagi. Aku tahu, aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk melupakanmu, untuk meredam semua rasa ini. Tapi, kita semua tahu. Aku, kamu&#8230; kita berdua tahu, kan? Tidak mungkin aku bisa melupakanmu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lastlesson.wordpress.com&amp;blog=2335168&amp;post=18&amp;subd=lastlesson&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><font color="indigo">Kamu tahu tidak? Semalam, aku memimpikanmu&#8230; lagi. </font></p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<p><font color="indigo">
<p align="justify">Iya, kamu. Aneh kan? Setelah malam-malam panjang yang berlalu tanpa ada sedikit pun bayangmu&#8230; kini kau muncul lagi. Aku tahu, aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk melupakanmu, untuk meredam semua rasa ini. Tapi, kita semua tahu. Aku, kamu&#8230; kita berdua tahu, kan? Tidak mungkin aku bisa melupakanmu begitu saja. Tidak setelah semua kehangatan yang kau tanamkan dalam hatiku yang dulu dingin. Tapi untuk melupakanmu&#8230; Aku tidak tahu aku masih bisa memaafkan diriku atau tidak, bila bayangmu bisa benar-benar hapus dari ingatanku. Sungguh, aku benci menyadari bahwa aku begitu terikat padamu. </p>
<p align="justify">Aku bingung, sungguh, benar-benar bingung. Ini semua salahmu, atau salahku? Apa benar aku yang tidak bisa mengendalikan perasaankulah yang harus disalahkan, atau memang kamu yang terlalu indah untuk dianggap tidak pernah ada? Kamu itu menawan, entah kau sadar atau tidak. Senyummu begitu tulus dan mempesona, nyaris tanpa cela. Sorot matamu yang teduh tidak mungkin kulupakan. Aku ingat dengan segaris lengkung yang selalu membuatku merasa tengah ditelanjangi saat kau memandangku dengan mata itu. Dengan kesempurnaanmu yang tak akan pernah bisa kulawan itu, dosakah aku jika aku menganggapmu tidak pernah ada?</p>
<p align="justify">Ahh&#8230; Membicarakan mimpiku tentangmu, memaksaku untuk membuka kembali ingatan akan kehangatanmu padaku. Semua kenangan itu membawaku kembali ke masa-masa itu. Sejujurnya aku benci membuka lembaran-lembaran itu. Mengenang kembali masa-masa dimana aku salah mengartikan kehangatanmu. Kau ingat tidak, kita tidak pernah bersama. Kau hanya sekedar bersikap baik padaku. Kau memang orang yang baik, dan aku salah mengartikan itu. Menjengkelkan mengingat aku tersipu malu dan menundukkan kepala saat kau bersikap begitu lembut padaku&#8230; dan juga pada orang-orang yang lain. Ya, pada dasarnya aku membencimu. Aku benci kau yang selalu bisa membuatku merasa begitu dicintai&#8230; Aku benci dirimu yang selalu kucintai.</p>
<p align="justify">Bagaimanapun juga, ini semua hanya mimpi. Sepenggal kisah pada suatu malam, saat aku benar-benar sadar bahwa aku masih mencintaimu. Sebuah mimpi bodoh yang tidak berguna, sebuah perasaan yang benar-benar sepihak, tak berbalas. Manisnya mimpi yang kurasakan, sama nyatanya dengan dirimu yang tidak mungkin untuk duduk terbangun di tengah malam, memegang dadamu yang berdebar-debar karena memimpikanku. Aku sadar kau tidak akan pernah melakukannya, tidak selama kau masih mendekap erat tubuhnya dalam malam-malammu. Kupikir, aku hanya bisa mendekapmu dalam mimpi semata&#8230; Kupikir, aku masih akan memimpikanmu lagi&#8230; Kupikir&#8230; suatu saat aku akan tersenyum saat bayangmu tak lagi muncul dalam malam-malamku, terganti oleh kamu-kamu yang lain&#8230; kamu yang bisa kurengkuh, tak hanya dalam mimpi.</p>
<p></font></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lastlesson.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lastlesson.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lastlesson.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lastlesson.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lastlesson.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lastlesson.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lastlesson.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lastlesson.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lastlesson.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lastlesson.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lastlesson.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lastlesson.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lastlesson.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lastlesson.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lastlesson.wordpress.com&amp;blog=2335168&amp;post=18&amp;subd=lastlesson&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lastlesson.wordpress.com/2010/01/17/ini-tentang-kamu-dan-juga-mimpiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a08d425a795c01fb783afcbad3c7214?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Holy Cross</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kelas Ramuan</title>
		<link>http://lastlesson.wordpress.com/2009/09/02/kelas-ramuan/</link>
		<comments>http://lastlesson.wordpress.com/2009/09/02/kelas-ramuan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 04:47:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Holy Cross</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lastlesson.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Diterima di asrama Hufflepuff dan tidur di sarang musang yang terletak jauh di kedalaman kastil Hogwarts tak juga membuat Sandra terbiasa dengan ruangan suram kelas ramuan ini. Aneh, walaupun sama-sama terletak di ruang bawah tanah, sama seperti letak asramanya, aura yang menguar dari ruangan ini sama sekali berbeda. Sedikit lebih jahat dan jauh lebih suram [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lastlesson.wordpress.com&amp;blog=2335168&amp;post=16&amp;subd=lastlesson&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span id="more-16"></span></p>
<blockquote><p align="justify">Diterima di asrama Hufflepuff dan tidur di sarang musang yang terletak jauh di kedalaman kastil Hogwarts tak juga membuat Sandra terbiasa dengan ruangan suram kelas ramuan ini. Aneh, walaupun sama-sama terletak di ruang bawah tanah, sama seperti letak asramanya, aura yang menguar dari ruangan ini sama sekali berbeda. Sedikit lebih jahat dan jauh lebih suram daripada ruang rekreasi asramanya yang penuh dengan dekorasi berwarna emas cerah berpadu dengan hitam kelam. Bila itu menurutmu masih kurang menyeramkan, lihat siapa pemilik yang bertanggung jawab atas ruangan ini&#8230; Profesor Severus Snape, <i>yeah</i>, <i>welcome to your worst nightmare</i>.</p>
<p align="justify">Walaupun Sandra terbiasa memperhatikan baik-baik setiap instruksi yang diberikan oleh para profesornya, khusus di kelas ramuan ini, rasanya ketegangan dan perhatian yang diberikan Sandra berkali-kali lipat dari biasanya. Tanpa disadarinya tubuhnya tertekuk dalam posisi setengah meringkuk. Ketakutan, mungkin karena aura suram yang dikeluarkan Profesor Snape dan cara bicaranya yang sedikit terseret, menyeramkan. Kata demi kata yang diucapkan Profesor Snape diperhatikannya, dipahimnya, dan kemudian dicatatkannya dalam perkamen yang dibawanya. Waktu terasa lama bagi Sandra saat Profesor Snape berkata lambat-lambat disertai penekanan yang kuat di berbagai kata.</p>
<p align="justify">Seusainya Profesor Snape menjelaskan tentang &#8216;Ramuan Penyembuh Bisul&#8217; dan bagaimana urut-urutan cara membuatnya, dengan seketika muncul berbagai bahan serta alat yang harus digunakan untuk membuat ramuan tersebut. Bagi Sandra, inilah awal menuju akhir dari segalanya. Berhentinya Profesor Snape mendiktekan tiap instruksi dan terhamparnya benda-benda dihadapannya mau tak mau menyadarkan Sandra bahwa dia harus mulai membuat ramuannya. Dari cara Profesor Snape mengatakan betapa mudahnya ramuan dasar ini, Sandra yakin hukuman akan diterimanya bila dia gagal membuat ramuan yang &#8216;mudah&#8217; tersebut. <i>Ok</i>, gandakan ketegangannya!</p>
<p align="justify">Sedikit-sedikit mengerling ke arah catatan dalam perkamennya, Sandra mulai memasukkan jelatang kering sesuai takaran ke dalam rebusan siput tanduk di kuali yang sudah terlebih dahulu ia letakkan di atas api itu. Untuk sementara acuhkan saja apa itu jelatang dan siput tanduk atau bagaimana mungkin seseorang tega merebus siput tanduk tersebut, &#8220;Mari kita masukkan bubuk taring ular yang sudah kutakar sesuai anjuran dalam buku ramuan ini&#8221;. Bagaimana pun bentuknya, bubuk taring ular sudah jelas dulunya dimiliki oleh ular. Waaupun sudah ditumbuk dengan halus menjadi bubuk, taring ular tetaplah taring ular. Sandra sedikit berjengit saat memasukkannya ke dalam rebusan siput yang sudah mulai bercampur dengan jelatang kering itu.</p>
<p align="justify">Sesuai instruksi Profesor Snape, sebelum ia mulai memasukkan duri landak, Sandra terlebih dahulu mengangkat kualinya&#8211;kini jauh lebih berat dibandingkan saat dia mengangkatnya ke atas api&#8211;menjauhi api dan meletakkannya di tatakannya. Selesai itu baru dia mulai memasukkan sejumput duri lanak sesuai takaran yang telah ditentukan. Maka jadilah sudah apa yang diharapkannya merupakan ramuan untuk menyembuhkan bisul. Takut-takut ramuannya adalah ramuan yang tidak diharapkan dia memandang berkeliling ruangan. Memandang pada Misty yang masih sibuk berkutat dengan ramuannya, pada Xylbia yang&#8211;sejuta topan badai!&#8211;tidak melakukan apapun, dan juga memandang pada Felix Colins yang juga telah menyelesaikan ramuannya. <i>`Ah sudahlah, biarkan saja Profesor Snape yang akan menilainya nanti&#8230;`</i></p>
</blockquote>
<p align="justify">Karangan roleplay yang akan diposting di <a href="http://s15.zetaboards.com/hogwartsnox/index/">forum ini</a>. Sayang sekali karena telat beberapa menit, kelas ramuan sudah ditutup sebelum saya memposting karangan saya ini. Daripada gondok, posting dah di blog <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">Settingnya tahun 1982 kalo bukan 1882, entah. Berdasarkan novel Harry Potter karangan J.K.Rowling. Character yang saya perankan adalah Sandra M. Mariam. Karakter fiksi yang tidak akan ditemukan pada novel aslinya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lastlesson.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lastlesson.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lastlesson.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lastlesson.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lastlesson.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lastlesson.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lastlesson.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lastlesson.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lastlesson.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lastlesson.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lastlesson.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lastlesson.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lastlesson.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lastlesson.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lastlesson.wordpress.com&amp;blog=2335168&amp;post=16&amp;subd=lastlesson&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lastlesson.wordpress.com/2009/09/02/kelas-ramuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a08d425a795c01fb783afcbad3c7214?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Holy Cross</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenangan tanpa kejadian</title>
		<link>http://lastlesson.wordpress.com/2008/01/08/kenangan-tanpa-kejadian/</link>
		<comments>http://lastlesson.wordpress.com/2008/01/08/kenangan-tanpa-kejadian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 15:06:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Holy Cross</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lastlesson.wordpress.com/2008/01/08/kenangan-tanpa-kejadian/</guid>
		<description><![CDATA[Kenangan tanpa kejadian Huff&#8230; Hari ini datang lagi. Hari dengan tanggal yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tak terasa sudah setahun sejak aku terakhir kali mengenangmu. Ya aku tahu&#8230; Tidak seharusnya aku mengenangmu. Kau memang layak untuk dikenang. Hanya saja&#8230; Aku bukanlah orang yang layak untuk mengenangmu. Tidak pantas orang sepertimu hanya dikenang sekali tiap tahunnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lastlesson.wordpress.com&amp;blog=2335168&amp;post=3&amp;subd=lastlesson&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kenangan tanpa kejadian</p>
<p><span id="more-3"></span></p>
<p align="justify"><font color="indigo">Huff&#8230; Hari ini datang lagi. Hari dengan tanggal yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tak terasa sudah setahun sejak aku terakhir kali mengenangmu. Ya aku tahu&#8230; Tidak seharusnya aku mengenangmu. Kau memang layak untuk dikenang. Hanya saja&#8230; Aku bukanlah orang yang layak untuk mengenangmu. Tidak pantas orang sepertimu hanya dikenang sekali tiap tahunnya. Aku memang keterlaluan, aku tahu itu. Aku juga tahu, banyak sekali orang yang lebih pantas untuk mengenangmu. Walaupun aku tidak ikut mengenangmu, kau sudah terkenal di hati banyak orang&#8230; Dan tahukah kau ? Mengenangmu hanya membuatku sakit. Berapa kalipun aku mengenangmu, kau takkan pernah lagi menoleh padaku. Berapa kalipun aku memanggil namamu didalam tidurku, kau tetap saja terlelap ditempatmu berbaring tanpa pernah mendengar suaraku. Setiap kali mengenangmu aku selalu terpikirkan hal itu&#8230; Dan itu benar-benar membuatku sakit. Sedih hatiku saat memikirkan bahwa tatapan matamu yang teduh itu takkan pernah lagi tertuju padaku. Ya&#8230; Hilang sudah rasa sakitku. Berganti dengan sedih yang menggelayuti hatiku karena mengingatmu. Air mataku pun hampir berlinang karenanya&#8230;</font></p>
<p align="justify"><font color="indigo">Sesaat kurasakan belai lembut tanganmu dikepalaku. Seperti yang biasa kau lakukan dulu saat menemukanku menangis karena putus asa dengan masalah-masalah kecil yang menimpaku&#8230; Kau mengacak rambutku dengan belai lembut tanganmu sambil tersenyum hangat untuk memberiku semangat. Lalu air mataku pun akan berhenti mengalir seketika dan akupun melempar senyum manja padamu&#8230; Tapi aku tahu itu hanya perasaanku saja. Aku sadar itu&#8230; Aku sadar tanganmu takkan bisa membelai lembut kepalaku lagi&#8230; tangan itu sudah bukan milikku lagi&#8230; tapi walaupun begitu, senyum manja tetap mengembang di bibirku. Belaian tanganmu selalu bisa membuatku tersenyum kembali&#8230; Nyata atau sekedar perasaan aku tak peduli, aku tetap bisa tersenyum kembali. Mengenangmu memang membuatku sakit. aku sedih karena itu kenyataan. Namun, mengenangmu juga dapat membuatku tersenyum. Membuatku sejenak melupakan masalahku dan juga memberiku sedikit semangat untuk menyelesaikan masalah itu. Mengenangmu membuat sakit memang. Apalgi bila aku mengingat bahwa sedalam apapun aku menatap bola matamu&#8230; kau takkan pernah menatap balik kepadaku. Namun&#8230; hanya dengan mengenangmulah aku bisa hidup&#8230; Setidaknya&#8230; mengenangmu memberiku harapan untuk terus hidup sampai saat aku bisa mengenangmu lagi. Mengenangmu terlalu banyak bisa membunuhku&#8230; Namun berpikir untuk melupakanmu sangat menyiksaku&#8230; Maka izinkanlah aku mengenangmu walaupun hanya sekali dalam setahun&#8230;</font></p>
<p align="justify"><font color="indigo">Berdo&#8217;a ku didepan nisanmu&#8230; Semoga aku masih bisa mengenangmu tahun depan&#8230; dan jikapun aku tidak bisa melakukannya, semoga aku diizinkan berbaring disampingmu&#8230; Selamanya&#8230; Hingga Tuhan mengoyak bumi ini nanti.</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lastlesson.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lastlesson.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lastlesson.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lastlesson.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lastlesson.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lastlesson.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lastlesson.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lastlesson.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lastlesson.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lastlesson.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lastlesson.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lastlesson.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lastlesson.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lastlesson.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lastlesson.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lastlesson.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lastlesson.wordpress.com&amp;blog=2335168&amp;post=3&amp;subd=lastlesson&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lastlesson.wordpress.com/2008/01/08/kenangan-tanpa-kejadian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>58</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a08d425a795c01fb783afcbad3c7214?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Holy Cross</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Halo dunia!</title>
		<link>http://lastlesson.wordpress.com/2007/12/16/halo-dunia/</link>
		<comments>http://lastlesson.wordpress.com/2007/12/16/halo-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Dec 2007 18:46:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Holy Cross</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to MusikLink. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lastlesson.wordpress.com&amp;blog=2335168&amp;post=1&amp;subd=lastlesson&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://musik-link.net" target="_self">MusikLink</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lastlesson.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lastlesson.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lastlesson.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lastlesson.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lastlesson.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lastlesson.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lastlesson.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lastlesson.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lastlesson.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lastlesson.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lastlesson.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lastlesson.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lastlesson.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lastlesson.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lastlesson.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lastlesson.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lastlesson.wordpress.com&amp;blog=2335168&amp;post=1&amp;subd=lastlesson&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lastlesson.wordpress.com/2007/12/16/halo-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a08d425a795c01fb783afcbad3c7214?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Holy Cross</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
