Diterima di asrama Hufflepuff dan tidur di sarang musang yang terletak jauh di kedalaman kastil Hogwarts tak juga membuat Sandra terbiasa dengan ruangan suram kelas ramuan ini. Aneh, walaupun sama-sama terletak di ruang bawah tanah, sama seperti letak asramanya, aura yang menguar dari ruangan ini sama sekali berbeda. Sedikit lebih jahat dan jauh lebih suram daripada ruang rekreasi asramanya yang penuh dengan dekorasi berwarna emas cerah berpadu dengan hitam kelam. Bila itu menurutmu masih kurang menyeramkan, lihat siapa pemilik yang bertanggung jawab atas ruangan ini… Profesor Severus Snape, yeah, welcome to your worst nightmare.
Walaupun Sandra terbiasa memperhatikan baik-baik setiap instruksi yang diberikan oleh para profesornya, khusus di kelas ramuan ini, rasanya ketegangan dan perhatian yang diberikan Sandra berkali-kali lipat dari biasanya. Tanpa disadarinya tubuhnya tertekuk dalam posisi setengah meringkuk. Ketakutan, mungkin karena aura suram yang dikeluarkan Profesor Snape dan cara bicaranya yang sedikit terseret, menyeramkan. Kata demi kata yang diucapkan Profesor Snape diperhatikannya, dipahimnya, dan kemudian dicatatkannya dalam perkamen yang dibawanya. Waktu terasa lama bagi Sandra saat Profesor Snape berkata lambat-lambat disertai penekanan yang kuat di berbagai kata.
Seusainya Profesor Snape menjelaskan tentang ‘Ramuan Penyembuh Bisul’ dan bagaimana urut-urutan cara membuatnya, dengan seketika muncul berbagai bahan serta alat yang harus digunakan untuk membuat ramuan tersebut. Bagi Sandra, inilah awal menuju akhir dari segalanya. Berhentinya Profesor Snape mendiktekan tiap instruksi dan terhamparnya benda-benda dihadapannya mau tak mau menyadarkan Sandra bahwa dia harus mulai membuat ramuannya. Dari cara Profesor Snape mengatakan betapa mudahnya ramuan dasar ini, Sandra yakin hukuman akan diterimanya bila dia gagal membuat ramuan yang ‘mudah’ tersebut. Ok, gandakan ketegangannya!
Sedikit-sedikit mengerling ke arah catatan dalam perkamennya, Sandra mulai memasukkan jelatang kering sesuai takaran ke dalam rebusan siput tanduk di kuali yang sudah terlebih dahulu ia letakkan di atas api itu. Untuk sementara acuhkan saja apa itu jelatang dan siput tanduk atau bagaimana mungkin seseorang tega merebus siput tanduk tersebut, “Mari kita masukkan bubuk taring ular yang sudah kutakar sesuai anjuran dalam buku ramuan ini”. Bagaimana pun bentuknya, bubuk taring ular sudah jelas dulunya dimiliki oleh ular. Waaupun sudah ditumbuk dengan halus menjadi bubuk, taring ular tetaplah taring ular. Sandra sedikit berjengit saat memasukkannya ke dalam rebusan siput yang sudah mulai bercampur dengan jelatang kering itu.
Sesuai instruksi Profesor Snape, sebelum ia mulai memasukkan duri landak, Sandra terlebih dahulu mengangkat kualinya–kini jauh lebih berat dibandingkan saat dia mengangkatnya ke atas api–menjauhi api dan meletakkannya di tatakannya. Selesai itu baru dia mulai memasukkan sejumput duri lanak sesuai takaran yang telah ditentukan. Maka jadilah sudah apa yang diharapkannya merupakan ramuan untuk menyembuhkan bisul. Takut-takut ramuannya adalah ramuan yang tidak diharapkan dia memandang berkeliling ruangan. Memandang pada Misty yang masih sibuk berkutat dengan ramuannya, pada Xylbia yang–sejuta topan badai!–tidak melakukan apapun, dan juga memandang pada Felix Colins yang juga telah menyelesaikan ramuannya. `Ah sudahlah, biarkan saja Profesor Snape yang akan menilainya nanti…`
Karangan roleplay yang akan diposting di forum ini. Sayang sekali karena telat beberapa menit, kelas ramuan sudah ditutup sebelum saya memposting karangan saya ini. Daripada gondok, posting dah di blog
Settingnya tahun 1982 kalo bukan 1882, entah. Berdasarkan novel Harry Potter karangan J.K.Rowling. Character yang saya perankan adalah Sandra M. Mariam. Karakter fiksi yang tidak akan ditemukan pada novel aslinya.
Ya, ya, ya. Nanti saya posting yang beneran cerpen deh =.=
Entah kenapa gaya penulisannya mengingatkan pada HP
mengingat itu forum roleplay dengan HP sebagai tema… entah siapa yang tolol
Ah kamu mainstream.
*dihajar*
eh,,,celo,,,kamu ini temen smp?
aku baca niy
isseng2 googling
eh kug ada yang nyebut
“Temen SMP namanya Mola Hidratinum. kebayang deh kerjaan bapaknya apaan. *berharap si monol kagak baca ini*”
hYooo,,,ketauan nohh!!
Temen SMP namanya Mola Hidratinum. kebayang deh kerjaan bapaknya apaan. *berharap si monol kagak baca ini*
Wogh!
Ketauan. Peace mol.
hayyyyyyyyyyyyyyyyyy CELO bleh knalan gx……….
butuh varitaserum. eh bener gak namanya?
boleh juga ceritanya, salam kenal om
kok snape masih ngajar kelas ramuan, kan dia sudah jadi guru buat pertahanan sihir gelap.
snape khan sudah mati. lupakanlah…
*dibakar sekampung*
pasti penggemar HP. iya kan?
lololol internet